Aglonema adalah salah satu spesies tanaman hias yang mudah hidup di daerah tropis. Tanaman hias yang terkenal dengan sebutan ‘Sri Rejeki’ atau Chinese Evergreen ini menjadi salah satu rekomendasi dari jenis-jenis aglaonema yang paling banyak dicari.

Alasan tanaman aglaonema banyak diminati karena selain bentuknya yang cantik, tanaman cemara China ini sangat mudah beradaptasi dengan berbagai kondisi ruangan.

Melansir Plant Care Today, tanaman ini hanya memiliki toleransi rendah terhadap suhu yang dingin. Aglonema atau aglaonema tidak menyukai berada dalam suhu udara di bawah 16 derajat Celcius.

Baca juga:Studi Klaim Tanaman di Meja Kerja Ampuh Redakan Stres

Selain itu, tanaman yang dapat tetap tumbuh di dalam ruangan ini paling diminati dan banyak dimiliki oleh masyarakat Indonesia. Sesuai dengan nama harfiahnya, tanaman ini dipercaya mampu memberikan energi positif untuk mendatangkan rejeki.

Bahkan, tanaman yang satu ini menjadi salah satu flora yang ditetapkan oleh NASA sebagai tanaman yang efektif menghilangkan polutan rumah tangga, seperti formaldehida dan benzena yang ada di udara.

Aglaonema memang memiliki banyak varietas, sehingga terkesan ‘pasaran’ di Indonesia. Namun siapa sangka, harga aglaonema juga terbilang lumayan. Beberapa jenis Aglaonema seperti bibit Aglaonema widuri dihargai mulai dari Rp150 ribu hingga Rp1,5 juta.

Penentuan harga aglaonema juga kerap didasarkan pada banyaknya jumlah daun.

Melansir Epic Gardening, setidaknya ada 10 jenis aglaonema yang paling banyak dicari dan sangat laku di pasaran. Rekomendasi aglaonema ini bisa jadi peluang usaha bagi calon pelakon budidaya tanaman hias.

1. Aglaonema Modestum

aglaonema yang satu ini memiliki ciri khas daun yang hijau dan memiliki lurik putih yang naik dan memanjang ke atas. Warna daun yang pucat membuatnya semakin estetik jika dipajang dalam sebuah pot yang diletakkan di ujung ruangan.

Tanaman ini dapat tumbuh dengan tinggi hingga 60 cm. Selain itu, pemilik tak perlu repot merawat secara intens Aglaonema modestum sebab ia tak membutuhkan banyak asupan air.

2. Aglaonema Nitidum

aglaonemaJenis aglaonema yang paling banyak dicari adalah aglaonema nitidium yang memiliki warna hijau cerahnya (Foto: istockphoto/ dropStock)

You may also like

aglaonema ini cocok digunakan sebagai penghias ruangan di kantor ataupun rumah susun yang pengap dan minim cahaya matahari.

Warnanya yang hijau matang akan tetap menghijau meski tak mendapatkan asupan matahari yang cukup. Selain itu, warna hijaunya memberikan kesan tegas sekaligus mampu berperan sebagai pewarna ‘hidup’ dalam ruangan.

3. Aglaonema Widuri atau Red Peacock

aglaonemaJenis aglaonema yang paling banyak dicari adalah aglaonema widuri yang punya warna cerah kemerahan di tengah daun (Foto: istockphoto/ BugTiger)

aglaonema widuri sangat populer di Indonesia, bahkan harga jualnya pun sangat tinggi. Disebut-sebut pernah mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Daun hijau yang memiliki urat daun berwarna merah ini akan laku semakin mahal ketika warna merahnya semakin cerah dan mendominasi.

4. Aglaonema Cutlass

Sesuai dengan namanya, dengan wujud fisik daun panjang yang menjuntai, aglaonema cutlass mirip seperti belati.

Selain itu, hal khas lain dari aglaonema yang satu ini yakni permukaan hijau-putih lembut dengan guratan tengah hijau gelap di tepian daunnya, seakan mampu menghasilkan tampilan yang hidup, meskipun ditanam di dalam atau di luar ruangan.

5. Aglaonema Emerald Bay

aglaonema emerald bay merupakan varietas paling toleran terhadap cahaya rendah ketimbang jenis aglaonema lainnya. Tak ayal, jika tanaman ini sangat mudah hidup dan bertahan di berbagai macam tempat sekalipun kurang kena sinar matahari.

Warna daun yang hijau matang dan sedikit semburan warna abu-abu keperakan di tengah daunnya, semakin memberikan kesan tua tapi tetap menyegarkan.

6. Aglaonema Harlequin

Tanaman hias yang satu ini merepresentasikan warnanya berdasarkan asupan cahaya matahari.

Jika aglaonema harlequin diletakkan di luar dan mendapatkan asupan matahari yang berlebih, warnanya akan cenderung kuning kepucatan dengan warna merah muda menyala di bagian tengah daun.

Namun jika ia menerima cahaya matahari yang minim, daunnya akan cenderung berwarna hijau dengan bercak merah muda di bagian tengah bahkan hampir keseluruhan daunnya.

7. Aglaonema Silver Queen

Aglaonema yang satu ini cukup umum dan terbilang pasaran di Indonesia karena mudah sekali tumbuh dan berkembang. Karakteristiknya pun mendukung. Ia sanggup hidup dengan baik dengan asupan cahaya minim hingga sedang.

Warnannya yang silver dengan kombinasi bercak hijau pada daunnya, semakin membuatnya tampil cantik jika dipamerkan dalam sebuah pot minimalis di ujung ruangan.

8. Aglaonema Silver King

Aglaonema Silver KingJenis aglaonema yang paling banyak dicari adalah Aglaonema Silver King yang sedikit mirip dengan silver queen namun corak hijau lebih sedikit (Foto: iStockphoto/tc397)

Varietas aglaonema yang satu ini hampir mirip dengan Silver Queen. Letak perbedaannya hanya banyak sedikitnya bercak hijau pada daun berwarna keperakan.

Selain itu, aglaonema silver king dapat menumbuhkan bunga yang memiliki serbuk sari yang melimpah. Oleh sebab itu, pemilik disarankan memangkas bunga sebelum benar-benar mekar jika tidak ingin kotor dengan tumpahan serbuk sari.

9. Aglaonema Suzy

aglaonema ini tak asing diketahui oleh para pelakon budidaya tanaman hias. Ia memiliki daun hijau segar yang terdapat bercak merah muda melintang pada bagian tengah daun.

Tanaman hias yang satu ini lebih menyukai asupan sinar matahari yang cukup, daripada jenis aglaonema lainnya.

10. Aglaonema Red Gold

aglaonema merah lipstik
Sumber : http://www.missouribotanicalgarden.org

aglaonema red gold memiliki daun hijau yang dibingkai dengan cantik oleh warna merah menyala. Bercak merah juga dijumpai di tengah warna hijau yang segar.

Tanaman ini ternyata juga memiliki batang berwarna merah, tak heran jika aglaonema red gold kerap dipakai sebagai penghias ruangan atau sudut-sudut kantor di Indonesia.

Nah, semoga jenis-jenis aglaonema yang paling banyak dicari di atas dapat dijadikan referensi, sebelum memutuskan melakoni aktivitas budidaya tanaman hias aglaonema. Selamat mencoba.

Artikel ini telah terbit di CNN-Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here