Kita tengah menghadapi krisis kesehatan global. Hampir semua sektor bisnis tiba-tiba terhenti. Pembatasan sosial, kondisi bekerja dari rumah, atau bahkan tidak bekerja sama sekali, juga mengubah perilaku konsumen. Artikel kali ini membahas tentang peluang bisnis setelah corona dan diprediksi mampu bertahan bahkan selama masa Covid-19.

Perkembangan beberapa sektor bisnis tersebut karena orang cenderung membutuhkan produknya, baik untuk kebutuhan atau hanya sekedar cara untuk melupakan keadaan sulit.

Beberapa sektor bisnis yang disebutkan ini mungkin akan berkembang pada saat wabah Covid-19 ini menghantam perekonomian dunia dengan sangat keras.

Perubahan perilaku konsumen ini tidak selalu berarti buruk. Di baliknya, tetap ada peluang bisnis yang menjanjikan. Berikut ini beberapa peluang bisnis setelah corona yang layak kamu pertimbangkan.

Dilansir dari media bisnis MoneyPPL, berikut ini 15 usaha yang justru berkembang saat masa perekonomian sedang sulit, yaitu :

1. Startup

Startup atau usaha rintisan biasanya bertahan dan semakin berkembang selama resesi. Hal itu dikarenakan setiap orang yang terdampak akan mengurangi biaya dan mencari harga murah. Pada saat itu usaha rintisan semakin banyak dilirik.

Beberapa contoh perusahaan besar yang dulunya startup dan berkembang saat resesi adalah 3M, Sistem Adobe, Apple, CNN, Chevron, Disney, Electronic Arts, Exxon Mobil, FedEx, General Electric, Microsoft, dan Pizza Hut.

2. Perusahaan Retail

Penghematan yang dilakukan masyarakat di masa sulit justru meningkatkan konsumsi retail dengan diskon. Pada masa ekonomi sedang bagus, konsumen mencari produk mahal berkualitas tinggi.

Perusahaan retail seperti Wal-Mart mendapatakan banyak keuntungan dari produk generik dan harga ringah yang banyak dicari pada saat resesi.

Peluang bisnis setelah corona

3. Bisnis Dosa

Bisnis dosa adalah suatu usaha yang oleh banyak pihak dianggap berdosa apabila menggunakan produknya. Sedangkan produk tersebut seringkali dibutuhkan pada saat seseorang berada pada situasi sulit.

Permintaan alkohol sangat tinggi pada masa resesi karena orang ingin melupakan keterpurukan dan menunggu keadaan sulit berakhir.

Selain itu, saat ini 29 negara bagian AS (Amerika Serikat) telah melegalkan ganja, dan itu menjadi hiburan dan pilihan wisata relaksasi yang paling diminati karena harganya murah.

Istiqlal

Ilustrasi pekerja renovasi. (Foto: Tagar/Nurul Yaqin).

Jasa Pembuatan Website & SEO ter-ekonomis Aceh

perancang acara bisnis yang kreatif & inovatif, dengan harga sesuai anggaran

Design interior & Furniture Aceh gratis ongkir

4. Layanan Renovasi

Pada saat resesi, orang tidak akan membeli rumah yang biasanya mahal. Mereka cenderung melakukan perawatan dan merenovasinya. Saat itu jasa potong rumput dan bangun rumah.

5. Kolektor dan Pengambilalihan

Usaha yang bersifat oportunis ini justru berkembang saat ekonomi masyarakat terpuruk. Saat AS dan Eropa mengalami resesi tahun 2008, sebanyak 1,67 juta mobil ditarik bank dan perusahaan pembiayaan. Kondisi itu meningkat 12 persen dari pendapatan sebelum krisis.

Dari penarikan tersebut, usaha pengambilalihan juga mendapat keuntungan dari penjualan mobil-mobil tersebut.

6. Permen, Kosmetik, dan Kontrasepsi

Produk ini bisa dinikmati oleh mereka yang tidak bisa menikmati bisnis dosa. Tidak semua orang suka mabuk atau melakukan hal negatif pada saat terpuruk, oleh sebab itu mereka mencari hiburan yang menyenangkan, seperti makan permen, memakai kosmetik, dan bercinta dengan pasangan.

Pada 2008, Keuntungan Cadbury naik 30 persen dan Nestle melonjak 11 persen. Bahkan ide mengonsumsi permen mulai berkembang karena saat depresi Hebat tahun 1930-an lebih banyak orang yang ingin makan permen.

Perusahaan kosmetik dan salon kuku juga diminati selama resesi karena perempuan mencari cara murah untuk sedikit memanjakan diri.

Hiburan gratis lain saat masa ekonomi lesu adalah bercinta dengan pasangan. Namun karena mereka tidak ingin merencanakan kehamilan, oleh karena itu banyak yang mencari alat kontrasepsi.

7. Bisnis Statis

Bisnis statis adalah bisnis yang tidak mengalami peningkatan atau penurunan selama resesi. Orang tetap menggunakan produk bisnis ini meski harga naik.

Produk dan layanan dari bisnis ini, diantaranya obat-obatan, perawatan kesehatan, pajak, rumah duka dan pemakaman, pengumpulan dan pembuangan limbah, Penyediaan air, dan masih banyak lagi.

oleh oleh khas Aceh    

Paket Wisata termurah di Aceh

bisnis kopi gayo terbaik, termurah, terpercaya

8. Perbaikan dan Perawatan Otomotif

Selama masa resesi, biasanya pasar otomotif sangat lesu, meskipun mereka tetap membutuhkan bidang itu. Jadi orang lebih suka merawat dan melakukan perbaikan mobil atau kendaraan milik mereka.

9. Penitipan Anak

Saat keuangan sulit, banyak pasangan suami istri yang memutuskan untuk bekerja. Pada saat itu tempat penitipan anak menjadi solusi paling tepat bagi mereka untuk menitipkan anak mereka selagi bekerja.

10. Desain dan Layanan Sistem Komputer

Salah satu resesi terburuk sepanjang sejarah adalah yang terjadi tahun 2009. Banyak industri yang gulung tikar, namun usaha desain komputer dan layanan terkait bisa bertahan karena permintaan dari konsumen yang tetap tinggi.

Layanan sistem komputer juga tetap dibutuhkan karena setiap kantor masih membutuhkan jaringan komputer dan internet yang stabil.

11. Artis Tato

Selama masa sulit, banyak orang yang menghemat uang, tapi tidak sedikit yang menggunakan tabungan mereka untuk mencicipi kemewahan dengan memanfaatkan situasi.

Pegawai yang kehilangan pekerjaan merasa hidupnya bebas. Pada saat itu mereka berkesempatan untuk membuat tato di tubuh mereka.

Tips Memilih Kata Kunci yang Tepat untuk Website

Menurut situs web The Random Facts, di AS terdapat 20.000 studio tato. Di sana, 21 persen orang memiliki tato, yang terdiri dari 23 persen konsumen wanita dan 19 persen pria.

Lucunya, peningkatan bisnis ini juga diikuti dengan peningkatan usaha hapus tato, karena seringkali orang bosan dengan gambar rajah yang mereka miliki di tubuh mereka.

Peluang bisnis setelah corona dan diprediksi bertahan masa Covid-19

Ilustrasi depresi. (Foto: Pixabay/Geralt)

12. Psikolog

Masalah keuangan mempengaruhi masing-masing orang secara berbeda. Beberapa mengalami depresi dan butuh penyembuhan. Pada saat itu mereka mendatangi ahli jiwa.

13. Pekerja Lepas

Menjadi pekerja lepas atau freelancer adalah cara terbaik untuk menawarkan jasa agar mendapat penghasilan cepat. Selama resesi, kebanyakan orang dan perusahaan mencari layanan ahli secara lepas untuk menghemat keuangan.

Traffic Website : 3 Strategi Marketing Meningkatkan Rating Website dan Blog SEO

14. Makanan Cepat Saji

Percaya atau tidak, selama masa sulit, orang tidak lagi memikirkan makanan sehat atau diet yang harganya lebih mahal. Mereka tidak masalah dengan makanan siap saji.

Perusahaan waralaba McDonald mengumumkan peningkatan penjualan tahunan selama resesi. Hal itu juga terjadi di beberapa restoran siap saji lainnya.

15. Pendidikan

Peluang bisnis setelah Corona yang terakhir adalah Pendidikan, kenapa?, pasalnya selama masa Covid-19, pekerjaan hilang, tetapi kebutuhan orang terhadap pendidikan justru meningkat. Hal ini membuat sejumlah perusahan layanan pendidikan memperoleh peningkatan pengguna jasa yang tumbuh secara signifikan.

***

Tips Membuat Konten Berkualitas Untuk Website

Usaha Roti Keliling di Semarang Meningkat

Di Semarang, Indonesia, beberapa usaha juga terdampak hebat dengan wabah Covid 19 yang membawa ekonomi global pada masa sulit. Usaha hiburan, wisata, dan hotel mulai runtuh hanya dalam hitungan hari.

Namun ada juga usaha yang masih bertahan dan justru meningkat, yaitu usaha roti keliling.

Hal itu disampaikan Sari (25 tahun), seorang sales merangkap keuangan di sebuah perusahaan pembuatan roti di Banyumanik, Semarang.

Google SEO Tools Terbaik untuk Tingkatkan Peringkat Website

Menurut Sari, tempat kerjanya yang berskala menengah ke bawah tidak mem-PHK (pemutusan hubungan kerja) pada saat masa sulit ini, tapi memilih mengistirahatkan beberapa karyawan lepas. β€œNanti kalau sudah normal lagi, baru dipanggil,” kata Sari.

Dia bersyukur perusahaannya masih bisa berproduksi. Jika tidak, dia tidak bisa membayangkan ribuan karyawan yang harus di-PHK. []

materi berasal dari : https://www.tagar.id/15-bisnis-diprediksi-bertahan-saat-resesi-covid19

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here