Mendukung sustainable fashion Dalam setiap karya pada fashion show malam itu menggabungkan bahan yang ramah lingkungan seperti viscose rayon. Viscose rayon adalah bahan baku tekstil yang berasal dari pohon.

baca juga : oleh oleh khas Aceh

Keunggulannya mudah terurai dan bersifat renewable atau terbarukan. Bila dikenakan, pakaian serat rayon bersifat sejuk, nyaman, halus, cerah dan sangat fleksibel. Bahan ini juga gampang dipadupadankan dengan bahan lain untuk menciptakan gaya busana yang diinginkan. Adapun, Asia Pacific Rayon (APR) merupakan salah satu perusahaan yang memproduksi serat rayon yang berkelanjutan ini.

Berlokasi di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, perusahaan tersebut merupakan produsen viscose rayon pertama yang terintegrasi secara penuh di Asia. Dalam setahun, 240.000 ton serat rayon diproduksi untuk memenuhi pasar dalam negeri dan mancanegara. Dengan begitu, tak diragukan lagi serat rayon memang produk asli Indonesia.

Sejalan dengan kampanye Everything Indonesia yang bertujuan memasyarakatkan bahan baku dari Indonesia demi kebaikan seluruh masyarakat Indonesia. Salah satu wujud komitmennya yaitu berpartisipasi untuk kedua kalinya dalam Muslim Fashion Festival (Muffest) 2020 yang di gelar pada 20 – 23 Februari 2020 tersebut.

Selain mendukung fesyen berkelanjutan, bahan baku rayon seluruhnya diproduksi di Indonesia. Tentu ini sangat meringankan neraca dagang Indonesia, sehingga tidak bergantung dengan kain dan bahan baku impor yang masih tinggi saat ini.

Peluang Indonesia menjadi kiblat fesyen muslim dunia sangat besar melihat dari tingginya transaksi belanja busana muslim dalam negeri. Dalam laporan terbaru State Islamic Economy Report 2019, Indonesia menjadi negara ketiga pembelanja busana muslim terbesar di dunia dengan total nilai 21 miliar dollar AS. Sayangnya, tingginya permintaan busana muslim dunia belum didukung optimal oleh kemampuan pelaku tekstil dan fesyen dalam negeri. Dari data yang sama, Indonesia tidak termasuk lima negara terbesar yang mengekspor busana muslim.

Pengekspor busana muslim tertinggi masih dipimpin China dengan total 10,6 miliar dollar AS.

Nah, tumbuhnya industri fesyen muslim berkelanjutan ini menjadi peluang baru bagi Indonesia untuk bangkit menjadi produsen busana muslim dunia, sehingga tak hanya sebagai pembelanja saja. Sekarang tak ada alasan lagi untuk tidak berkontribusi bagi lingkungan. Mulai saja dari mengenakan pakaian dengan bahan berkelanjutan dan ramah lingkungan asli Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here